SEMARANG, JMPnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus memperkuat komitmen dalam mencegah peredaran narkoba melalui berbagai langkah strategis yang dilakukan secara konsisten dan terukur. Upaya ini menjadi bagian dari implementasi program Lapas Bersih dari Narkoba (Bersinar) guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan barang terlarang.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah penggeledahan kamar hunian secara rutin dengan sistem acak (random sampling). Kegiatan ini dilaksanakan minimal tiga kali dalam satu minggu dan dapat mencapai hingga 18 kali dalam satu bulan. Penggeledahan dilakukan menyeluruh di seluruh blok hunian, baik blok pidana umum, narkotika, maupun tindak pidana korupsi, tanpa pengecualian.
Pelaksanaan penggeledahan turut melibatkan aparat penegak hukum (APH) seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu, tes urine juga dilakukan secara acak kepada warga binaan maupun petugas, termasuk bagi warga binaan yang akan mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) sebagai bentuk pengawasan ketat sebelum mereka kembali ke masyarakat.
Sebelum pelaksanaan penggeledahan, petugas terlebih dahulu diberikan arahan untuk tetap mengedepankan sikap humanis, menghormati hak-hak warga binaan, serta tidak bertindak sewenang-wenang. Pendekatan humanis yang diimbangi dengan ketelitian menjadi kunci dalam memastikan penggeledahan berjalan efektif tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Upaya pencegahan juga diperkuat melalui keterlibatan seluruh unsur di dalam Lapas, mulai dari staf, regu pengamanan, hingga pejabat struktural. Penguatan dan sosialisasi terkait bahaya narkoba serta pentingnya menjaga integritas dilakukan secara rutin satu hingga dua kali setiap bulan.
Selain itu, pengawasan terhadap layanan kunjungan juga diperketat. Pemeriksaan terhadap barang bawaan maupun badan pengunjung dilakukan secara teliti dengan tetap mengedepankan prinsip humanis, guna menutup celah masuknya barang terlarang ke dalam Lapas.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga lingkungan lapas tetap bersih dari narkoba.
“Kami terus memperkuat pengawasan melalui razia rutin, tes urine, serta sinergi dengan aparat penegak hukum. Semua ini dilakukan untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan terkendali,” ujar Ahmad Tohari.
Diakhir keterangannya, Ahmad Tohari berharap upaya yang telah dilakukan dapat terus memberikan hasil positif dan berkelanjutan.
“Kami berharap komitmen ini terus terjaga dan semakin diperkuat, sehingga Lapas Kelas I Semarang dapat menjadi lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bersih, aman, dan mendukung proses pembinaan yang optimal bagi warga binaan,” pungkasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Lapas Kelas I Semarang menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas, profesional, dan bebas dari peredaran narkoba.