Kerja Sama Unsoed, Lapas Purwokerto dan Rutan Banyumas Hadirkan “Dari Jeruji Besi Menjadi Inspirasi”
PURWOKERTO, JMPnews– Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menyelenggarakan kegiatan kehumasan bertajuk “Dari Jeruji Besi Menjadi Inspirasi” yang melibatkan empat satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Purwokerto, Rabu (9/12).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Lapas Kelas IIA Purwokerto, Lapas Narkotika Purwokerto, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto, serta Rutan Kelas IIB Banyumas yang diwakili oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Cakra Citra Sari.
Kalapas Kelas IIA Purwokerto menekankan pentingnya peran generasi muda dalam penguatan komunikasi publik. Menurutnya, mahasiswa memiliki energi serta ide kreatif yang dapat berkontribusi dalam pengembangan kehumasan di lingkungan pemasyarakatan.
Dari unsur akademisi, perwakilan UNSOED menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UPT Pemasyarakatan yang telah memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Kegiatan ini dinilai mampu memberikan gambaran nyata mengenai praktik kehumasan dan dinamika pemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk talk show interaktif yang menghadirkan narasumber dari masing-masing UPT Pemasyarakatan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai peran Bapas, Lapas, dan Rutan, termasuk pelaksanaan pembinaan serta kehidupan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Diskusi berlangsung aktif melalui sesi tanya jawab.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Cakra Citra Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap pemasyarakatan.
“Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa sekaligus bentuk keterbukaan informasi. Rutan Banyumas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga berfokus pada pembinaan dan pengembangan potensi WBP,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penampilan musik akustik dari WBP Rutan Banyumas yang mendapat sambutan hangat dari mahasiswa dan tamu undangan. Salah satu WBP, FT (27), mengaku bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan tersebut dan merasa diapresiasi atas kesempatan yang diberikan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi positif antara pemasyarakatan dan dunia akademik.
“Kolaborasi dengan dunia akademik seperti ini sangat positif. Selain memberikan pemahaman yang utuh kepada mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi kami untuk menunjukkan bahwa pemasyarakatan berfokus pada pembinaan, perubahan, dan harapan,” ujar Anggi Febiakto.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Rutan Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi publik yang transparan, humanis, dan edukatif, serta membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dengan dunia akademik dalam mendukung tujuan sistem pemasyarakatan.