Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

logo jmp JMP

Jaringan Mitra Publik

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • December 2024

Categories

  • INTERNATIONAL
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI
Subscribe
Close

Search

POLHUKAM

HUT Polantas Ricuh” Wartawan Diusir Saat Hendak Liputan

By Redaksi
September 23, 2025 2 Min Read
0

JAKARTA, JMPnews – Peristiwa pengusiran terhadap wartawan saat bertugas peliputan kembali terjadi. Kali ini, pengusiran terhadap wartawan terjadi pada Perayaan Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Auditorium Mutiara PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9).

Semestinya Hut Polantas meninggalkan kesan meriah, ini justru malah menimbulkan kegaduhan. Sejumlah wartawan dilarang meliput, bahkan ada yang diusir secara paksa oleh petugas.

Ketua Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI), Andi, mengecam keras insiden tersebut yang menurutnya mencederai kebebasan pers.
“Ini jelas melanggar Undang-Undang Pokok Pers. Wartawan sudah menunjukkan tanda pengenal resmi, bahkan sedang wawancara dengan Kakorlantas, tapi tetap dihalangi. Ini bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis,” tegas Andi di Jakarta, Selasa (23/9).

Andi menilai alasan aparat terkait adanya oknum yang menyalahgunakan identitas wartawan tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Kalau ada yang mengaku wartawan untuk kepentingan pribadi, itu yang harus ditindak. Bukan malah membungkam jurnalis yang sah menjalankan tugas liputan,” ujarnya.

Dilanjutkan olehnya, Yang patut dipahami di era digital saat ini , media yang meliput bukan hanya media – media besar tapi ada juga media – media berskala kecil ingin juga mendapatkan materi berkualitas.

“Saran saya untuk pihak terkait bisa memberikan ruang yang sama buat rekan – rekan tersebut mendapat materi berita yang sama jadi jangan lagi dibeda bedakan karena akan merusak citra buruk dunia informasi yang sudah berkembang pesat saati ini,” tegasnya.

Senada, Ketua Jurnalis Mitra Polri (JMP), Aziz Ikhwan, juga menyesalkan adanya perlakuan tersebut. Ia mengingatkan, hubungan baik antara insan pers dan Polri bisa tercoreng akibat arogansi oknum di lapangan.

“Sejak era Korlantas Pak Istiono, Firman Santyabudi, hingga Pak Aan Suhanan, wartawan bebas meliput. Tapi kenapa sekarang justru dibatasi? Media tidak boleh dikotak-kotakkan,” ujar Aziz dengan nada kecewa.

Aziz meminta agar petugas bisa lebih profesional dalam membedakan wartawan yang benar-benar meliput dengan pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi. “Tindakan salah sasaran seperti ini justru merugikan wartawan dan mencoreng wajah Polri di hadapan publik,” tambahnya.

Insiden di HUT Polantas ini kini memicu perdebatan lebih luas: apakah institusi negara benar-benar berkomitmen menjamin kebebasan pers yang telah dijamin undang-undang, atau justru melanggarnya atas nama aturan internal?

Tags:

Hut lantasJMPKorlantasWartawan diusirYPJI
Author

Redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

PPK Kemenkes Diduga Kawal Projek yang Dimenangi PT Endo

Next

Polri Bentuk Tim Reformasi, Ini Kata Mensesneg

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

  • HOME
  • NASIONAL
  • POLHUKAM
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • TOKOH
  • REDAKSI

Ads

  • NASIONAL
  • OPINI
  • PERISTIWA
  • POLHUKAM
  • TOKOH

Links

  • Newsletter
Copyright 2026 — JMP. All rights reserved. {{mtmnetwork}}