JAKARTA, JMPnews – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) sebagai langkah memperkuat pencegahan perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Program tersebut diluncurkan di Jakarta, Rabu (11/3).
Peluncuran FKPMS melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat kewilayahan, pihak sekolah, hingga para pelajar. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Irjen Asep menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, pembentukan FKPMS dilatarbelakangi sejumlah persoalan yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan, seperti perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran pelajar, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial.
Data Polda Metro Jaya sepanjang 2025 mencatat sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah pencegahan yang lebih kuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini menjadi wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat,” kata Asep.
Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diharapkan semakin intensif sehingga potensi gangguan dapat dideteksi sejak dini, dipetakan, dan ditangani secara cepat.
Kapolda juga menekankan pentingnya peran wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, dan bebas dari kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan peluncuran FKPMS ini diikuti langsung oleh sejumlah sekolah, sementara 11 sekolah lainnya turut bergabung secara daring melalui Zoom sebagai embrio pembentukan forum tersebut.
“Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum ini dapat terus berkembang di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah lainnya,” ujarnya.
Ke depan, FKPMS diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan di lingkungan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling, serta mekanisme penyelesaian masalah yang melibatkan berbagai pihak.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.