JAKARTA, JMPnews – Pertemuan di hari ke-8 Ramadan 1447 H, Kamis (26/2/2026), di kediaman desainer Nina Nugroho di kawasan Cibubur menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Agenda yang diinisiasi Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) itu menegaskan arah kolaborasi nyata dalam memperkuat kepedulian terhadap insan pers.
Ketua Umum YPJI Andi Arif, Sekretaris Umum Indrawan Ibonk, dan jajaran pengurus hadir dalam suasana hangat penuh kebersamaan. Namun di balik nuansa Ramadan, pertemuan tersebut mengusung pesan tegas: solidaritas untuk jurnalis harus diwujudkan dalam langkah konkret dan berkelanjutan.
Andi Arif menyampaikan apresiasi atas komitmen Nina sebagai anggota Dewan Pembina YPJI. Menurutnya, dukungan yang konsisten dari berbagai elemen, termasuk pelaku industri kreatif, menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program sosial yayasan.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan. Harapannya, kolaborasi ini semakin kuat dan benar-benar berdampak bagi teman-teman jurnalis, khususnya di Jakarta dan Jabodetabek,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pembagian jaket seragam pengurus YPJI yang dirancang langsung oleh Nina Nugroho. Penyerahan simbolis ini bukan sekadar pembagian atribut organisasi, tetapi penegasan identitas dan soliditas bersama.
Nina menekankan bahwa desain jaket tersebut mencerminkan profesionalisme dan integritas jurnalis. “Seragam ini bukan sekadar pakaian, tetapi representasi nilai dan tanggung jawab yang kita emban bersama,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya di YPJI berawal dari pertemuan informal yang kemudian berkembang menjadi diskusi serius mengenai pentingnya kepedulian terhadap jurnalis. Baginya, nama Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia sudah memuat mandat moral yang jelas.
“Jika teman-teman dalam kondisi senang, mungkin tidak perlu memberi tahu saya karena pasti banyak yang menemani. Tapi jika ada yang mengalami kesulitan, insya Allah saya siap membersamai sesuai kapasitas yang saya miliki,” tuturnya.
Nina juga menegaskan bahwa kontribusi yang diberikan tidak bersifat transaksional, melainkan dilandasi niat tulus dan tanggung jawab sosial. Hubungannya dengan komunitas jurnalis telah terjalin sejak sekitar 2015 dan dibangun atas kesamaan frekuensi serta semangat kebersamaan.
Sebagai desainer sekaligus pemimpin perusahaan, ia membuka peluang pemanfaatan fasilitas yang dimilikinya untuk mendukung kegiatan diskusi, konsolidasi, hingga penyusunan program kerja yayasan. Ia meyakini perbedaan pendekatan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi selama tujuan yang diperjuangkan sama.
Saat ini Nina juga tengah menempuh studi doktoral di bidang komunikasi, yang diharapkannya dapat berkontribusi pada penguatan kapasitas organisasi dan pengembangan komunitas jurnalis.
Silaturahmi kemudian ditutup dengan buka puasa bersama. Kebersamaan tersebut menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya ruang refleksi spiritual, tetapi juga momentum mempertegas keberpihakan dan kepedulian.
Bagi YPJI, kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan jurnalis tidak berjalan sendiri, terutama saat menghadapi tantangan sosial maupun profesional. Solidaritas yang dibangun di bulan suci ini diharapkan menjadi energi berkelanjutan dalam menjaga marwah dan kesejahteraan insan pers.